berlian 888 SIWO PWI Pusat kecam intimidasi ofisial Malut United terhadap wartawan
Intimidasi terhadap wartawan adalah ancaman terhadap demokrasi dan hak publik atas informasi
Jakarta (ANTARA) - Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pusat menyatakan keprihatinan yang mendalam sekaligus mengecam keras tindakan intimidasi yang dialami sejumlah wartawan peliput pertandingan BRI Super League antara Malut United dan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha (GKR),berlian 888 Ternate, Maluku Utara.
"Kami mengecam keras tindakan intimidasi yang dilakukan oleh ofisial Malut United terhadap wartawan peliput. Ini bukan sekadar tindakan tidak terpuji, ini adalah pelanggaran nyata terhadap kebebasan pers yang dilindungi undang-undang," kata Ketua Umum SIWO PWI Pusat di Jakarta Suryansyah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.
"Wartawan yang hadir di lapangan telah mengantongi kredensial resmi dan menjalankan tugas jurnalistik yang sah. Tidak ada satu pun pihak yang berhak menghalangi, mengancam, apalagi memaksa mereka menghapus hasil kerja jurnalistiknya."
Baca juga: PWI kecam dugaan intimidasi wartawan pada laga Malut lawan PSM
Insiden yang terjadi pada Sabtu (7/3) malam, sekitar pukul 23.05 WIT, pascapertandingan tersebut dinilai pelanggaran serius terhadap kebebasan pers dan hak-hak jurnalistik yang dijamin oleh undang-undang.
Salah seorang wartawan yang menjadi korban adalah jurnalis Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate Irwan Djailani (alias Bradex), yang didatangi, diintimidasi, dan dipaksa menghapus rekaman video yang merupakan bagian sah dari kerja jurnalistiknya. Tindakan tersebut dilakukan oleh seorang pria yang diduga ofisial tim Malut United.
Tidak hanya berhenti pada intimidasi terhadap wartawan, ofisial yang sama juga meminta steward untuk mengusir sejumlah jurnalis dari area tribun, meski para wartawan tersebut telah dilengkapi dengan ID Card resmi yang dikeluarkan oleh penyelenggara kompetisi BRI Super League.
Tindakan tersebut dianggap bentuk nyata dari penghalangan kerja jurnalistik yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi dan alasan apapun.
"SIWO PWI Pusat tidak akan tinggal diam. Kami akan melaporkan hal ini secara resmi ke Kapolri, sekaligus mendorong aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kejadian ini secara serius," ujar Suryansyah.
"Kami juga mendesak PT I-League untuk segera menjatuhkan sanksi tegas kepada oknum yang bersangkutan."
"Intimidasi terhadap wartawan adalah ancaman terhadap demokrasi dan hak publik atas informasi. Kami akan terus berdiri di garis terdepan untuk melindungi setiap wartawan olahraga Indonesia dalam menjalankan tugasnya," lanjut Suryansyah.
Baca juga: Malut United evaluasi lini pertahanan setelah imbang 3-3 dengan PSM
Hal senada juga diungkapkan Ketua PWI Maluku Utara Asri Fabanyo, yang mengecam tindakan intimidasi terhadap sejumlah jurnalis saat menjalankan tugas peliputan pada laga BRI Super League antara Malut United FC melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu (7/3).
"Tindakan yang dilakukan bos Malut United tidak dapat dibenarkan karena menghambat kerja jurnalistik yang dilindungi oleh undang-undang. Saya mendukung SIWO PWI Pusat yang bersurat ke Kapolri untuk menindaklanjuti dugaan intimidasi tersebut," kata Asri Fabanyo.
Ia menegaskan wartawan yang melakukan peliputan dalam pertandingan tersebut telah mengantongi kartu identitas resmi dari penyelenggara kompetisi.
Mereka bekerja di lapangan sesuai SOP dan dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Karena itu, segala bentuk penghalangan terhadap kerja wartawan merupakan pelanggaran hukum. Kami geram sekali dengan sikap dan tindakan bos Malut United," ujar Asri.
Selain SIWO PWI Pusat, PSSI Pers juga mengutuk keras tindakan intimidasi terhadap wartawan yang bertugas dalam pertandingan Malut United Vs PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu (7/3).
PSSI Pers menegaskan bahwa kerja jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Karena itu, segala bentuk intimidasi, ancaman, atau upaya menghalangi tugas wartawan merupakan tindak pidana yang dapat dijerat hukum.
"Insan pers memiliki peran penting dalam ekosistem sepak bola dan harus dapat menjalankan tugas jurnalistiknya secara bebas, aman, dan tanpa tekanan dari pihak mana pun," tulis PSSI Pers dalam unggahan media sosial, Minggu.
"Kami meminta seluruh pihak, baik suporter maupun klub dan ofisial tim, untuk menghormati kerja wartawan serta menjaga profesionalisme demi terciptanya iklim sepak bola yang sehat, terbuka, dan saling menghormati."
Baca juga: Suporter PSM dilarang hadir saat Malut United vs PSM Makassar
Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
-
Pelatih Bali United: Kemenangan atas Arema angkat percaya diri pemainDonny Warmerdam senang kembali bermain setelah cedera lamaPSSI tunjuk Jatim tuan rumah Piala AFF U17 2026Rizky Ridho sayangkan Persija kembali buang poin di kandangElkan Baggot kembali ke timnas IndonesiaBhayangkara FC petik empat kemenangan beruntunKontra Bali, Persijap berharap ulangi performa seperti lawan PersebayaTimnas Indonesia di Grup B Kejuaraan ASEAN Futsal 2026Persija Jakarta gagal tempel Persib usai ditahan imbang 2Persija tertahan di JIS, Mauricio sesalkan kurangnya kontrol permainan
下一篇:Persebaya tampil tanpa beban hadapi juara bertahan Persib
- ·PSSI khawatir penerbangan pemain diaspora jelang FIFA Series
- ·Semen Padang tahan imbang 10 pemain PSIM Yogyakarta
- ·Absen lawan Borneo, pelatih ungkap Mauro Zijlstra alami cedera paha
- ·PSIM tak khawatir Ze Valente absen hadapi Semen Padang
- ·Jordy Wehrmann ingin Madura United segera putus tren negatif
- ·Indonesia menghuni Grup A di Piala AFF U17 2026 bersama Vietnam
- ·Timmas futsal putri gagal ke final setelah disingkirkan Australia
- ·Malut United evaluasi lini pertahanan setelah imbang 3
- ·PSSI tunjuk Jatim tuan rumah Piala AFF U17 2026
- ·Timnas Indonesia di Grup B Kejuaraan ASEAN Futsal 2026
- ·Pelatih PSIM puji semangat juang timnya saat hadapi Semen Padang
- ·Garnacho: Laga kontra Wrexham salah satu yang tersulit bagi Chelsea
- ·Pelatih PSIM puji semangat juang timnya saat hadapi Semen Padang
- ·Pelatih Persib enggan komentar banyak usai imbang 2
- ·Nova Arianto panggil 28 pemain untuk ikuti TC timnas U
- ·Iran klaim gelombang serangan ke
- ·Akhiri perjuangan di AFF Futsal 2026, Indonesia huni peringkat empat
- ·Jadwal Super League pekan 25: Persib jamu Persik, Borneo vs Persebaya
- ·Perkelahian final kompetisi Brasil berujung 23 pemain dikartu merah
- ·TVRI: Siaran Piala Dunia 2026 punya efek candu seperti "dracin"
- ·Garnacho: Laga kontra Wrexham salah satu yang tersulit bagi Chelsea
- ·Lawan PSBS Biak, debut Imran Nahumarury bersama Semen Padang
- ·Gustavo Franca: Malut United siap raih tiga poin hadapi PSM Makassar
- ·Tiga pemain diaspora diundang ikuti seleksi timnas Indonesia U17
- ·Persis Solo jaga asa bertahan setelah kalahkan Persik 2
- ·Indonesia menghuni Grup A di Piala AFF U17 2026 bersama Vietnam
- ·Thom Haye optimistis Persib kalahkan Persik
- ·PSIM tak khawatir Ze Valente absen hadapi Semen Padang
- ·Persija tertahan di JIS, Mauricio sesalkan kurangnya kontrol permainan
- ·Persija tegaskan tak ada niat diskriminatif terhadap Borneo
- ·Rizky Ridho sayangkan Persija kembali buang poin di kandang
- ·OKI kecam peningkatan kekerasan oleh pemukim Israel di Tepi Barat
- ·Sergio Castel tak alami cedera serius seusai laga kontra Persebaya
- ·Libas Persebaya 5
- ·Suporter PSM dilarang hadir saat Malut United vs PSM Makassar
- ·Pelatih Persib: Laga lawan Persebaya akan berlangsung sengit
